Hello World ....
Salah satu cara atau frasa canda paling umum dari programer atau developer ketika berhasil membuat output. Saya bukan developer maupun programmer, saya hanya weekend warrior. Ini blog pertama saya dan mungkin blog terakhir karena memang tidak memiliki skill lebih dalam hal ini, hanya satu dari ratusan juta orang yang coba-coba.
Perkenalkan, saya Luthfie seorang karyawan dari salah satu perusahaan telco di Indonesia. Saya seorang Ayah dari seorang putra dan putri. Fulltime father and husband, part-time employee dan yang pasti weekend warrior. Kenapa saya selalu mengatakan weekend warrior, buat saya weekend warrior adalah orang-orang atau individu seperti saya yang bekerja di perusahaan tertentu dan memiliki rutinitas harian yang "membosankan" akan tetapi masih bisa menikmati weekend dengan bermain game atau mainan. Saya tidak melabeli diri saya sebagai gamer atau hardcore gamer, karena saya juga tidak memiliki semua console game, PC game yang mumpuni, atau gaming gadget. Bahkan beberapa hanya "mupeng" dengan melihat youtube atau bahkan merayu istri agar boleh beli.
Akan tetapi bermain Game yang dimaksud bukanlah hanya bermain Game di smartphone atau mini games ya, akan tetapi lebih kepada gaming platform dengan memainkan game Triple A atau Indie Game dengan mengikuti alur cerita dan menyelesaikan game tersebut. Game seperti Assassins Creed hingga Assasins Creed Syndicate, Game Hitman hingga balik lagi berjudul Hitman, GTA 3 hingga GTA V, Red Dead Redemption, Bayonetta, Battlefields, Call of Duty dan berbagai game sejenis nya.
Saya bermain game sejak saya berumur 8 tahun, ketika saya SD di tahun 90an. Membeli game berbentuk disket baik itu disket besar atau kecil, berjam-jam bermain prehistoric 2 dan mencari tempat atau jalan rahasia. Bermain Days of The Tentacles atau Monkey Islands sambil penasaran cerita yang diungkap atau akhirnya bagaimana. Beranjak SMA saya mulai mengupgrade komputer saya secara berkala dengan menabung uang jajan agar bisa main Colin McRae 4 tanpa lag atau main Assassins Creed II dengan setting Very High atau sekedar melihat bagaiman Crysis berjalan di setting Ultra. Masuk dunia kerja, saya masih bermain game dengan terus menerus mengupgrade PC saya, game Triple A di PC yang terakhir saya mainkan dengan puas adalah ...... (ah saya lupa). Ketika saya menikah ternyata Istri pun tidak keberatan saya masih bermain game, tapi yang berat adalah tagihan listrik. Disitu saya memutuskan menjual PC rakitan saya, dan membeli Console pertama saya, sebuah XBOX 360 dan Nintendo WII.
Dimulai lah malam sabtu begadang hingga sabtu pagi bermain game, menamatkan GTA IV, Assassins Creed Brotherhood, Assassins Creed Revelations, Battlefield Bad Company dan banyak game pada masanya. Ketika so called next gen console mulai tergantikan dengan new gen console, saya pun mencicipi bermain game original via XBOX ONE. Hingga kini console itu masih menemani saya, ditambah sebuah Nintendo Classic Mini dan sebuah Nintendo Wii. Hingga sekarang pun selain game, saya masih bermain Lego (meskipun beberapa lego KW), NERF Gun, Tamiya Mini 4WD dan Drone kecil untuk iseng. Mainan dan game, mungkin beberapa menganggap remeh hal-hal ini, tapi bagi saya hal-hal ini lah yang mendefinisikan saya sebagai orang yang masih bisa bermain dan menikmati hidup ditengah hiruk pikuk pekerjaan, tuntutan sebagai imam dalam keluarga, rekan bagi istri, seorang anak bagi orang tua saya, dan seorang teman bermain bagi anak-anak saya.
Akhir kata dan sorry kepanjangan, why weekend warrior? Because we can live our dream to play only at weekends, we can be kids and be silly again at this time. Last but not least, BOYS WILL BE BOYS, hurrah to all weekend warriors out there.
"No books... no wisdom... Just you, fratello mio (my brother). Requiescat in pace, Altaïr."
Perkenalkan, saya Luthfie seorang karyawan dari salah satu perusahaan telco di Indonesia. Saya seorang Ayah dari seorang putra dan putri. Fulltime father and husband, part-time employee dan yang pasti weekend warrior. Kenapa saya selalu mengatakan weekend warrior, buat saya weekend warrior adalah orang-orang atau individu seperti saya yang bekerja di perusahaan tertentu dan memiliki rutinitas harian yang "membosankan" akan tetapi masih bisa menikmati weekend dengan bermain game atau mainan. Saya tidak melabeli diri saya sebagai gamer atau hardcore gamer, karena saya juga tidak memiliki semua console game, PC game yang mumpuni, atau gaming gadget. Bahkan beberapa hanya "mupeng" dengan melihat youtube atau bahkan merayu istri agar boleh beli.
Akan tetapi bermain Game yang dimaksud bukanlah hanya bermain Game di smartphone atau mini games ya, akan tetapi lebih kepada gaming platform dengan memainkan game Triple A atau Indie Game dengan mengikuti alur cerita dan menyelesaikan game tersebut. Game seperti Assassins Creed hingga Assasins Creed Syndicate, Game Hitman hingga balik lagi berjudul Hitman, GTA 3 hingga GTA V, Red Dead Redemption, Bayonetta, Battlefields, Call of Duty dan berbagai game sejenis nya.
Saya bermain game sejak saya berumur 8 tahun, ketika saya SD di tahun 90an. Membeli game berbentuk disket baik itu disket besar atau kecil, berjam-jam bermain prehistoric 2 dan mencari tempat atau jalan rahasia. Bermain Days of The Tentacles atau Monkey Islands sambil penasaran cerita yang diungkap atau akhirnya bagaimana. Beranjak SMA saya mulai mengupgrade komputer saya secara berkala dengan menabung uang jajan agar bisa main Colin McRae 4 tanpa lag atau main Assassins Creed II dengan setting Very High atau sekedar melihat bagaiman Crysis berjalan di setting Ultra. Masuk dunia kerja, saya masih bermain game dengan terus menerus mengupgrade PC saya, game Triple A di PC yang terakhir saya mainkan dengan puas adalah ...... (ah saya lupa). Ketika saya menikah ternyata Istri pun tidak keberatan saya masih bermain game, tapi yang berat adalah tagihan listrik. Disitu saya memutuskan menjual PC rakitan saya, dan membeli Console pertama saya, sebuah XBOX 360 dan Nintendo WII.
Dimulai lah malam sabtu begadang hingga sabtu pagi bermain game, menamatkan GTA IV, Assassins Creed Brotherhood, Assassins Creed Revelations, Battlefield Bad Company dan banyak game pada masanya. Ketika so called next gen console mulai tergantikan dengan new gen console, saya pun mencicipi bermain game original via XBOX ONE. Hingga kini console itu masih menemani saya, ditambah sebuah Nintendo Classic Mini dan sebuah Nintendo Wii. Hingga sekarang pun selain game, saya masih bermain Lego (meskipun beberapa lego KW), NERF Gun, Tamiya Mini 4WD dan Drone kecil untuk iseng. Mainan dan game, mungkin beberapa menganggap remeh hal-hal ini, tapi bagi saya hal-hal ini lah yang mendefinisikan saya sebagai orang yang masih bisa bermain dan menikmati hidup ditengah hiruk pikuk pekerjaan, tuntutan sebagai imam dalam keluarga, rekan bagi istri, seorang anak bagi orang tua saya, dan seorang teman bermain bagi anak-anak saya.
Akhir kata dan sorry kepanjangan, why weekend warrior? Because we can live our dream to play only at weekends, we can be kids and be silly again at this time. Last but not least, BOYS WILL BE BOYS, hurrah to all weekend warriors out there.
"No books... no wisdom... Just you, fratello mio (my brother). Requiescat in pace, Altaïr."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar